WINGS ☎️ 0822 3333 1338

PENGADUAN ☎️ 0811 3051 0088

dr. Kurnia Arik Nugroho, Sp.PA.

     Pemeriksaan Patologi Anatomi (PA), khususnya pemeriksaan histopathology merupakan pemeriksaan baku emas (gold standard) untuk penegakan diagnosis kanker. Saat mencurigai adanya sel kanker di tubuh pasien, dokter melakukan serangkaian pemeriksaan,  berupa tiga pemeriksaan untuk menegakkan diagnosa kanker. Pemeriksaan itu adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan radiologis, seperti Rontgen, CT scan, MRI dan pemeriksaan Patologi Anatomi.

     Pengambilan sampel sel dan jaringan pada pemeriksaan PA ini dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu biopsi aspirasi jarum halus (menyedotnya dengan jarum suntik), kerokan, biopsi atau operasi. Sampel sel dan jaringan tubuh yang diambil dapat berupa: benjolan di dalam tubuh, misalnya pada organ atau kelenjar getah bening, payudara, jaringan lunak, tulang, benjolan atau kelainan pada kulit yang dicurigai kanker, kerokan dari leher rahim dan sampel cairan dari urine, dahak, cairan di rongga perut (peritoneum), cairan di rongga dada atau paru-paru. Hasil dari pemeriksaan patologi ini berperan penting dalam menegakkan diagnosis serta langkah penanganan penyakit kanker.

     RSUD Ngudi Waluyo masih satu-satunya rumah sakit di Blitar yang memiliki fasilitas Laboratorium Patologi Anatomi .

Berikut pemeriksaan Patologi Anatomi yang dapat dilakukan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi :

a. Aspirasi jarum halus

    Aspirasi jarum halus adalah pemeriksaan sel yang diambil dari benjolan di tubuh menggunakan jarum berdiameter kecil  (26, 25G). Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah suatu benjolan adalah tumor (jinak atau ganas) atau bukan tumor (peradangan, infeksi, dan lain-lain)

b. Histopatologi

    Pemeriksaan histopatologi adalah pemeriksaan mikroskopis terhadap sampel jaringan yang didapatkan dari operasi, biopsi, atau kerokan (curettage) yang bertujuan untuk melihat perubahan morfologi jaringan sehingga diagnosis pasti suatu penyakit dapat ditegakkan.

c. ROSE

    Rapid on-site evaluation (ROSE) adalah pemeriksaan sel dari suatu benjolan di tubuh yang dilakukan langsung saat pasien masih berada di ruang tindakan atau kamar operasi. Tujuannya adalah untuk menilai apakah sampel yang diambil sudah cukup untuk penegakan diagnosis kelainan sel maupun pemeriksaan selanjutnya. Dengan ROSE pasien dapat terhindar dari pengulangan pengambilan sampel di lain waktu dan mempercepat proses penegakkan diagnosis.

d. Pap Smear

    Pemeriksaan sitologi Pap smear merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk medeteksi perubahan atau kelainan yang terjadi pada sel-sel lapisan leher rahim sejak dini sehingga terjadinya kanker leher rahim dapat dicegah. Pap smear sebaiknya dilakukan secara rutin untuk wanita yang telah menikah atau yang telah aktif secara seksual. Dengan deteksi dini, penyakit yang terjadi dapat ditangani dengan cepat dan tuntas.

e. Sitologi Non-ginekologi

    Pemeriksaan sitologi non-ginekologi adalah pemeriksaan sel di bawah mikroskop selain Pap smear yang bertujuan untuk mengetahui apakah sel yang didapat merupakan sel ganas atau bukan. Dengan pemeriksaan tersebut, diagnosis tumor jinak dan ganas, atau penyakit bukan tumor dapat ditegakkan.

Copyright © 2023 RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. All Rights Reserved.