Hubungan Antara Peradangan Jaringan Penyangga Gigi Dengan Penyakit Jantung Koroner

Keradangan jaringan penyangga gigi atau periodontitis adalah infeksi gusi berat yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Penyakit periodontal adalah beberapa kondisi tidak normal yang menyebabkan terjadinya peradangan dan kerusakan gusi serta jaringan pendukung gigi di bawahnya yaitu gingiva (gusi), ligamen periodontal, sementum, dan tulang alveolar. Secara umum penyakit jaringan penyangga gigi dibagi menjadi dua kelompok yaitu gingivitis atau radanggusidan periodontitis.

Penyakit periodontal paling sering disebabkan oleh bakteri yang ditemukan pada plak gigi. Sekitar 10 spesies telah diidentifikasi sebagai bakteri yang sering ditemukan pada penyakit periodontal, terutama bakteri batang gram-negatif. Actinobacillus actinomycetemcomitans, Porphyromonas gin givalis, dan Bacteroidesforsythus adalah bakteri gram negatif yang paling sering dikaitkan dengan periodontitis.

Studi observasi terkini memperlihatkan peningkatan risiko yang ringan tetapi signifikan antara kesehatan rongga mulut terutama radang jaringan penyangga gigi atau periodontitis dengan pembentukan ateroskelosis yang berhubunngan dengan risiko penyakit jantung koroner. Ada banyak hipotesis mekanisme berkaitan dengan hal ini. Beberapa hipotesis itu meliputi keterlibatan langsung bakteri, mediator peradangan, faktor risiko yang mempengaruhi kedua penyakit tersebut, dan kombinasi mekanisme tersebut.

Mekanisme yang bisa menjelaskan peran untuk penyakit periodontal pada aterosklerosis adalah mekanisme peradangan umum atau infeksi lokal dan interaksi bakteri tertentu. Bakteri gram negatif yang paling sering ditemukan pada radang jaringan gusi ikut dalam peredaran darah yang disebut bakteremia. Keberadaan bakteri dalam darah menyebabkan potensi kerusakan pada lapisan endotel pembuluh darah. Potensi kerusakan ini merangsang tubuh untuk melakukan suatu mekanisme pertahanan. Mekanisme pertahanan tubuh dapat berupa agregasi atau penempelan keping darah dan infiltasi atau proliferasi monosit yang merupakan sel radang. Perubahan ini menimbulkan munculnya plak pada pembuluh darah yang mengalami bahaya. Mekanisme ini mengakibatkan sumbatan pembuluh darah atau trombus.

Bukti menunjukkan bahwa P. gingivalis memiliki kemampuan untuk menyerang sel-sel endotel. P gingivalis dapat dengan aktif melekat dan menyerang sel-sel hati sapi dan sel endotel aorta. Studi pada hewan telah menunjukkan bahwa LPSP gingivalis dan vesikel membran terluar mampu untuk menginduksi makrofag untuk memperbesar Low Density Lipoprotein (LDL) untuk membentuk “sel busa” yang besar (suatu karakteristik/ ciri yang penting dan penyakit kardiovaskuler). Oleh karena itu, kehadiran mikroorganisme ini dalam aliran darah,yang berasal dan mulut, dapat meningkatkan risiko pembentukan trombus yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner.

Dan uraian di atas dapat diketahui pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Marilah kita semua menjaga kesehatan gigi dan mulut untuk kualitas hidup dan kesehatan yang lebih baik.