Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), Indonesia tengah menghadapi tantangan besar yakni masalah kesehatan triple burden yaitu penyakit infeksi, penyakit tidak menular (PTM), dan penyakit yang seharusnya sudah teratasi. Menurut Menteri Kesehatan RI Prof. Nila Djuwita Moeloek, dr., Sp.M, triple burden menjadi ancaman bagi bangsa karena penduduk usia produktif dengan jumlah besar seharusnya memberikan kontribusi pada pembangunan. Sayangnya, kontribusi itu terancam akibat terganggunya kesehatan oleh PTM dan perilaku hidup tidak sehat.

Setelah terbitnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Germas, diharapkan semua lintas sektor bisa membuat kebijakan yang dapat mendukung pengimplementasian Germas. Di Kabupaten Blitar, 24 November 2017,Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, MM, mencanangkan Germas di Stadion Nglegok. Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini menyampaikan pelaksanaan Germas harus dimulai dari keluarga karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.

Ketua Germas RSUD Ngudi Waluyo, dr. Deny Christianto, menyampaikan bahwa RSUD Ngudi Waluyo siap dan sudah memulai Germas. Kegiatan Germas yang dilakukan sesuai dengan pedoman dari pemerintah, yaitu meliputi:
1. Peningkatan aktivitas fisik,
2. Peningkatan perilaku hidup sehat,
3. Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi,                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               4. Peningkatan,pencegahan dan deteksi dini penyakit,
5. Peningkatan kualitas lingkungan, dan
6. Peningkatan edukasi hidup sehat.

Pelaksanaan Germas di RSUD Ngudi Waluyo dimulai dari kebiasaan sehat dari hal kecil, misalnya mengganti konsumsi rapat dari kue menjadi buah. Contoh lain yaitu pelaksanaan senam rutin setiap hari Jumat jam 07.30 pagi, dan jadwal peregangan otot di sela waktu kerja pukul 11.00 dan 13.00 di setiap harinya. Edukasi dalam pola hidup sehat dan makan makanan bergizi juga tidak lepas dari perhatian RSUD Ngudi Waluyo lewat promosi kesehatan yang dilaksanakan kepada setiap pasien dan keluarga pasien saat berobat ke RSUD Ngudi Waluyo. Hal tersebut disampaikan melalui media informasi yang ada di rumah sakit.

Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53 tahun 2017, Tim Germas RSUD Ngudi Waluyo Wlingi mengadakan serangkaian kegiatan. Di antaranya adalah acara senam akbar yang dilakukan oleh segenap pimpinan maupuan staf karyawan dan karyawati RSUD Ngudi Waluyo. Dilanjutkan dengan jalan sehat yang mengambil rute sekitar rumah sakit. Tidak ketinggalan juga acara sarapan dengan makanan sehat yang telah disediakan oleh Tim Germas RSUD Ngudi Waluyo. Acara tersebut juga tidak luput dari pantauan media lokal maupun nasional. Hal tersebut juga termasuk upaya promotif dari pihak RSUD Ngudi Waluyo Wlingi kepada masyarakat Blitar khususnya untuk berperilaku hidup yang sehat sesuai tujuan dari gerakan Germas.

Sebagai Ketua Tim Germas RSUD Ngudi Waluyo, dr. Deny Christianto juga menyampaikan pesan secara khusus bahwa Germas diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan mengurangi beban biaya kesehatan. Selain itu  diharapkan pola hidup sehat menjadi tren baru yang terus digelorakan agar masyarakat menjadi sadar akan pentingnya kesehatan. (mpw)