PUBLIC SAFETY CENTER ☎️ 0822 3333 1338

CALL CENTER COVID-19 ☎️ 0852 3688 4884

     Mengasuh anak menjadi salah satu permasalahan kesehatan komunitas (masyarakat) yang penting. Generasi milenial yang harus kita asuh saat ini memiliki latar belakang dan situasi sosial budaya yang jauh berbeda. Mengasuh anak sekarang menjadi tantangan yang besar. Memang tidak ada sekolah mengasuh anak sehingga sebagian besar orangtua mengasuh anak dengan menirukan apa yang dilakukan oleh orangtua masing-masing. Padahal pengalaman tersebut belum tentu sesuai dengan karakter anak. Setiap anak adalah unik sehingga memerlukan cara mengasuh yang sedikit berbeda-beda.

 

     Sebenarnya ada 4 dimensi dalam pola asuh yang harus diperhatikan yaitu kehangatan dan pengasuhan, pola komunikasi, harapan terhadap kematangan dan kontrol, dan strategi dalam kedisiplinan. Keempat dimensi ini mempengaruhi pembentukan kepribadian, karakter, dan kebiasaan anak sampai dewasa. Bentuk pola asuh sendiri dapat dikelompokkan dalam 4 Tipe :

 

  1. Tipe Otoriter (Authoritarian)

Orangtua yang menerapkan pengasuhan ini mengharuskan anak-anaknya patuh dengan semua perintah. Orangtua banyak menuntut dan mengatur anak dalam segala hal. Orangtua juga menentukan aturan pasti dan mengatur lingkungan yang tepat untuk anak-anaknya. Anak kurang atau bahkan tidak diberi kesempatan berpendapat dalam pengambilan keputusan.

Anak-anak yang dibesarkan dengan pengasuhan otoriter biasanya patuh dan memiliki prestasi sekolah baik. Tetapi memiliki rasa percaya diri yang rendah, mudah cemas, cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, dan cenderung kurang bahagia. Perilaku yang nampak nantinya pada anak anak laki-laki adalah sikap permusuhan, sedangkan pada anak perempuan adalah mudah putus asa.

  1. Tipe Otoritatif

Ciri utama pengasuhan otoritatif adalah adanya kehangatan dan kasih sayang yang disertai tuntutan dan tanggungjawab yang tinggi. Orangtua memantau dan menanamkan standar perilaku yang jelas dan tegas. Ketegasan orangtua diwujudkan dalam cara menegakkan disiplin dengan memberikan dukungan. Memberikan batasan perilaku tegas tetapi tidak selalu ikut campur. Pendapat anak juga didengarkan.

Pengasuhan otoritatif ini akan menyebabkan anak tumbuh dengan kemandirian dan rasa percaya diri tinggi. Anak tumbuh dengan gembira, mampu mengelola emosi dan memiliki kemampuan sosialisasi yang baik. Kelebihan lain pengasuhan ini, anak laki-laki memiliki kepekaan perasaan dan anak perempuan lebih independen.

  1. Tipe Univolved

Pengasuhan tipe ini seringkali disebut pengasuhan abai. Karena orangtua tidak memiliki tuntutan serta aturan yang jelas kepada anak. Pengasuhan jenis ini bukan hanya penelantaran anak tetapi pengabaian anak termasuk didalamnya. Contohnya anak dipenuhi kebutuhan material tetapi tidak ada batasan perilaku dan keterlibatan orangtua secara tepat. Anak yang dibesarkan dengan pengasuhan ini cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah. Biasanya kurang memiliki kontrol diri dan agresif.

  1. Tipe Permisif

Pengasuhan permisif merupakan pengasuhan yang memberikan sepenuhnya kemauan anak. Orangtua biasanya sabar, penuh kasih sayang, dan memaafkan semua perilaku anak. Orangtua memberikan batasan perilaku, tetapi selalu memberikan pemaafan jika anak melanggar. Orangtua pun cenderung menghindari pertentangan dengan anak dengan memenuhi semua permintaan anak.

 

Pengasuhan ini akan membentuk anak yang tidak mandiri dan tidak matang kepribadian saat dewasa. Anak kurang mampu mengontrol emosi, dan seringkali bertindak agresi (menentang). Perilaku antisosial dimana ia akan memberontak dan melawan jika keinginan tidak dipenuhi. Keinginan untuk bertanggungjawab atas akibat perilaku rendah sehingga tidak ada motivasi untuk mengambil peran tanggungjawab dalam komunitas atau masyarakat.

 

Mungkin muncul pertanyaan, mengapa pola asuh berbeda-beda ya…

Banyak hal yang menyebabkan pola pengasuhan yang berbeda. Terdapat faktor internal dari dalam keluarga dan faktor eksternal dari lingkungan. Faktor internal terkait dengan kondisi psikis (kepribadian dan status mental), agama yang dianut, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, status sosial ekonomi, dan latar belakang pengasuhan sebelumnya. Sedangkan faktor eksternal akan meliputi budaya masyarakat yang berlaku, kondisi geografis, dan kondisi sosial ekonomi tempat tinggal.

 

Pengasuhan otoritatif nampaknya menjadi pengasuhan yang banyak memberikan efek posistif. Namun tidak ada pengasuhan yang sempurna, setiap jenis pengasuhan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena banyak faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya pengasuhan selain fakta bahwa setiap anak adalah unik. Kunci utama pengasuhan adalah adanya kerjasama antara ayah dan ibu dalam pelaksanaan. Kesepatakan ayah ibu, kehangatan, disiplin yang positif, dan penghargaan terhadap anak, akan membentuk anak dengan kepribadian yang matang dan baik. Perlu diingat, anak bukanlah miniatur orang dewasa. Anak akan lebih banyak meniru apa yang ia lihat daripada apa yang ia dengar. Sehingga perilaku ayah dan ibu yang akan nampak dalam perilaku anak. (Yeni Rofiq)*

*(Ditulis kembali dari Materi Parenting dr. Fatimah, Sp., KJ. dalam pertemuan Dharma Wanita RSUD “Ngudi Waliuyo” Wlingi, Pebruari 2020).

Copyright © 2021 RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. All Rights Reserved.