Stroke Center RSUD Ngudi Waluyo menjadi Solusi Permasalahan Stroke di Blitar Raya

Di tahun 2017, tepatnya tanggal 13 April telah diresmikan salah satu gedung Stroke Center di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi oleh Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, MM. Gedung Stroke Center adalah bagian dari pelayanan rumah sakit\ yang memberikan pelayanan rawat inap kepada pasien dengan gangguan sistem saraf khusus stroke baik sumbatan ataupun perdarahan.

Menurut Kepala Ruang Stroke Center, Nah Purwati , Skep.,Ns., berdirinya stroke center didasarkan pada analisis banyaknya kasus stroke yang memenuhi ruang rawat inap di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. Kasus stroke memerlukan waktu perawatan yang cukup lama. Akhirnya, muncul pemikiran bahwa perlu didirikan gedung tersendiri untuk kasus stroke.

Ruang Stroke Center RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar memiliki 16 tempat tidur yang terdiri 2 ruangan, yaitu ruang perawatan non-ntensif sejumlah 12 tempat dur dengan 2 kamar mandi didalam dan ber AC dan ruang intensif yang mempunyai 4 tempat dur dengan 1 kamar mandi di dalam, AC, dan bed side monitor. Sumber daya manusia di ruang Stroke Center RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar sejumlah 22 orang, terdiri: 2 dokter spesialis saraf, 1 dokter umum, 15 perawat, 3 penyaji/ pembantu perawat, 1 petugas administrasi. Dokter penanggung jawab pasien di ruang Stroke Center adalah dr. Suryanto, Sp.S dan dr. Rifqi Atho'illah, Sp.S. Mulai April 2018, Ruang Stroke Center mempunyai kepala ruang baru, yaitu Winarti Pangreh Utami, S.Kep, Ns.

Di gedung ini juga terdapat ruang poliklinik saraf dan ruang pemeriksaan elektroensefalografi (EEG), sehinngga berdirinya ruang Stroke Center RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di Kabupaten Blitar yang memerlukan pelayanan kasus penyakit saraf terutama kasus stroke, baik stroke perdarahan dan stroke sumbatan.

Laporan Bulan Juni ruang Stroke Center RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar bulan Juni sampai dengan Desember 2017 mencatat sebanyak 432 orang pasien yang pernah dirawat inap. Terdiri dari 289 pasien stroke sumbatan , 126 pasien stroke perdarahan, dan diagnosis lain sebanyak 17 pasien. Sejak diresmikan, ruang Stroke Center RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar mempunyai Bed Occupation Rate (BOR) rata-rata 76%.

Nah Purwati , Skep., Ns., menuturkan bahwa adanya ruang Stroke Center RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar mempermudah pelayanan perawatan pasien stroke karena berada dalam satu ruang. Mutu asuhan semakin meningkat karena dilakukan perawatan sesuai standar penatalaksaan stroke. Untuk stroke perdarahan berupa perdarahan di dalam otak atau intracranial hemorrhage (ICH), pasien memerlukan perawatan selama 14 hari, perdarahan pada selaput otak atau sub-arachnoid hemorrhage (SAH) memerlukan hari perawatan selama 21 hari, stroke sumbatan memerlukan lama perawatan antara 7-10 hari.

Sebelum berdirinya ruang Stroke Center RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar, perawatan pasien stroke tersebar ke beberapa ruangan. Adanya ruang Stroke Center RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar memudahkan dokter, perawat, serta petugas lainya untuk melakukan perawatan dan evaluasi perkembangan pasien sesuai lama hari rawat nya .Tingkat kepuasan konsumen berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan kepada konsumen adalah 87%.

Semoga kehadiran ruang ruang Stroke Center RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar ini semakin dirasakan manfaat nya oleh masyrakat Blitar Raya, sehingga taraf kesehatan masyarakat semakin meningkat. (tgw)