Panduan keamanan siber SIMRS menjadi fokus utama BSSN dalam mendukung perbaikan sistem keamanan siber rumah sakit guna menghadapi tantangan dunia digital yang semakin kompleks. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia Deputi III BSSN telah mengambil inisiatif dalam penyusunan panduan tersebut.

Hadir dalam kunjungan penting ini adalah Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia, Giyanto Awan Sularso, S.Kom., M.M. Beliau memimpin rombongan dari BSSN untuk melakukan validasi dan memberikan panduan kepada RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Kunjungan dari BSSN ini merupakan langkah maju bagi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dalam memastikan keamanan siber SIMRS sesuai dengan standar dan praktik terbaik di bidangnya. Dra. Istiqomah, M.M., selaku Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, menyambut langsung kedatangan delegasi BSSN dengan hangat.

Kunjungan BSSN 1

Dra. Istiqomah menyatakan, "Kami sangat menghargai kunjungan dari BSSN dan upaya mereka dalam membantu meningkatkan keamanan siber di rumah sakit kami. Dengan panduan yang telah disusun oleh BSSN, kami berharap dapat meningkatkan keandalan sistem kami dan melindungi informasi pasien dengan lebih baik."

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia, Giyanto Awan Sularso, juga menyampaikan, "Kami berkomitmen untuk mendukung sektor kesehatan dalam menghadapi ancaman siber yang semakin meningkat. Dengan panduan yang kami berikan, diharapkan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dan rumah sakit lainnya dapat menghadapi tantangan di era digital dengan lebih baik."

Setelah proses validasi selesai, diharapkan panduan keamanan siber SIMRS yang telah disusun bersama BSSN akan menjadi acuan bagi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk meningkatkan tingkat keamanan dan privasi data pasien serta sistem rumah sakit secara keseluruhan.

Ini merupakan bagian dari langkah strategis yang diambil oleh RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dalam menyongsong masa depan yang lebih aman dan terjamin dalam penyelenggaraan layanan kesehatan.