Berbagai inovasi tersebut lahir sebagai jawaban atas tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks sekaligus bagian dari transformasi pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Direktur RSUD “Ngudi Waluyo” Wlingi, Dr.dr. Endah Woto Utami, MMRS, FISQua menegaskan bahwa inovasi menjadi bagian penting dalam pengembangan mutu pelayanan rumah sakit. Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas medis, tetapi juga harus mampu memberikan kemudahan akses, kecepatan pelayanan, dan pendekatan yang lebih manusiawi kepada masyarakat.
Salah satu inovasi unggulan yang mendapat perhatian masyarakat adalah PENATARAN (Pelayanan Prima Pendaftaran Instalasi Rawat Jalan). Inovasi digital ini berhasil mengatasi persoalan antrean panjang yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan pasien. Sebelum PENATARAN diterapkan, pasien bahkan harus datang sejak dini hari hanya untuk mendapatkan antrean pendaftaran.
Kini, melalui layanan berbasis WhatsApp, pasien cukup mengirim data dari rumah dan dapat langsung menuju poliklinik tanpa perlu antre di loket. Dampaknya sangat signifikan. Waktu pendaftaran yang sebelumnya mencapai 30 menit kini dapat dipangkas menjadi sekitar satu menit, sementara tingkat kepuasan pasien meningkat hingga 90 persen. Inovasi ini juga berhasil mengurangi kepadatan antrean dan meningkatkan efisiensi sumber daya pelayanan rumah sakit.
Transformasi digital RSUD “Ngudi Waluyo” Wlingi juga diperkuat melalui inovasi IDAMAN (Informasi Dalam Genggaman). Aplikasi ini memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan dan informasi rumah sakit hanya melalui telepon genggam. Pasien kini dapat melakukan pendaftaran online, mengecek jadwal dokter, melihat ketersediaan tempat tidur, hingga mengakses layanan customer service dan panggilan darurat dalam satu platform terintegrasi.
Hadirnya IDAMAN menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan transparan di era digital. Inovasi ini juga mendukung integrasi layanan dengan JKN Mobile BPJS sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien.
Tidak hanya fokus pada layanan digital, RSUD “Ngudi Waluyo” Wlingi juga menghadirkan inovasi di bidang kesehatan ibu dan anak melalui SILAKSMI (Sistem Pelayanan Ibu Hamil, Bersalin, dan Nifas). Program ini dikembangkan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang sempat menjadi perhatian serius di Kabupaten Blitar.
Melalui SILAKSMI, pelayanan maternal dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi. Pasien dapat melakukan pendaftaran dari rumah, mendapatkan pengingat jadwal kontrol otomatis, hingga memperoleh layanan ambulans gratis 24 jam yang mampu menjangkau daerah terpencil menggunakan ambulans sepeda trail. Program ini juga melibatkan jejaring bidan desa, PSC 119, organisasi masyarakat, serta layanan administrasi kependudukan bagi ibu melahirkan.
Hasilnya mulai terlihat nyata. Waktu tunggu pelayanan berhasil dipersingkat secara signifikan dan angka kematian ibu mengalami penurunan drastis. Tingkat kunjungan pasien maternal serta kepuasan masyarakat terhadap pelayanan juga terus meningkat.
Di bidang penyakit kronis, RSUD “Ngudi Waluyo” Wlingi menghadirkan inovasi Jejak Dyah Gayatri (Jejaring Komunitas Diabetes Melitus dengan Edukasi Keluarga dan Pelayanan Terintegrasi). Program ini dikembangkan sebagai respons atas meningkatnya kasus diabetes melitus beserta komplikasinya.
Melalui pendekatan berbasis komunitas dan edukasi keluarga, pasien diabetes mendapatkan pendampingan berkelanjutan melalui grup WhatsApp. Edukasi yang diberikan meliputi pengaturan pola makan, penggunaan insulin, latihan fisik, hingga perawatan kaki diabetes. Salah satu program unggulannya adalah terapi spa kaki diabetes untuk mencegah komplikasi luka dan amputasi.
Inovasi ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, tetapi juga memperkuat keterlibatan keluarga dalam proses perawatan sehingga kualitas hidup pasien menjadi lebih baik.
Sementara itu, untuk menjamin ketersediaan darah bagi pasien, rumah sakit menghadirkan inovasi SI DOKAR MAS (Sistem Donor Karyawan dan Masyarakat). Program ini menjadi solusi atas meningkatnya kebutuhan darah di rumah sakit, terutama untuk pasien perdarahan, thalassemia, hemodialisa, hingga kondisi gawat darurat lainnya.
Melalui SI DOKAR MAS, RSUD “Ngudi Waluyo” Wlingi membangun sistem donor darah yang terstruktur dengan melibatkan ratusan karyawan sebagai pendonor aktif serta menggandeng komunitas donor darah di Kabupaten Blitar. Program donor rutin setiap tiga bulan berhasil mempercepat respon kebutuhan darah dan mengurangi kesulitan keluarga pasien dalam mencari donor pengganti.
Selain menjaga ketersediaan stok darah, inovasi ini juga berhasil membangun budaya kepedulian dan solidaritas di lingkungan rumah sakit maupun masyarakat.
Berbagai inovasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen RSUD “Ngudi Waluyo” Wlingi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Dengan memadukan teknologi, kolaborasi lintas sektor, serta pendekatan pelayanan yang humanis, rumah sakit ini terus bergerak menuju pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Kabupaten Blitar.




