PUBLIC SAFETY CENTER ☎️ 0822 3333 1338

CALL CENTER COVID-19 ☎️ 0852 3688 4884

     Bertempat di ruang pertemuan Perdana Pemerintah Kabupaten Blitar , Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi , dr Endah Woro Utami , MMRS mendapat undangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar untuk menyampaikan pemaparan Mobil PCR kepada seluruh jajaran Puskesmas di wilayah Kabupaten Blitar , pada hari Kamis 10 Desember 2020.

pcr    

  Pemerintah Kabupaten Blitar melalui RSUD Ngudi waluyo wlingi menghadirkan satu unit Mobile Combat Covid-19 BSL-2 yang secara khusus disiapkan untuk percepatan penanganan Covid -19 di Kabupaten Blitar dan sekitarnya

      Keunggulan dari Mobile Combat Covid-19 ini untuk pemeriksaan PCR dengan teknologi yang diadopsi dari Korea Selatan. Yaitu menggunakan reagen padat dalam analisa spesimen dari pasien. Kelebihannya tidak membutuhkan pendingin khusus sehingga selaras mobilitas mobil menuju lokasi yang membutuhkan pemeriksaan. Dan hasil swab mampu diidentifikasi sekitar 40 menit.

Kemudian, bagaimanakah cara pasien diambil sampel jaringan atau proses swab?

     Tak banyak mengalami kerepotan, pasien cukup menjulurkan kepala melalui ambang jendela kabin bagian tengah, dan dari dalam mobil, petugas akan mengambil sampel di bagian belakang hidung dan pangkal tenggorok.

     Mobil PCR ini merupakan laborat portable yang dilengkapi dengan berbagai fitur canggih dengan tingkat akurasi 99,99% . Pemeriksaan biomolekuler canggih ini dapat digunakan untuk mendeteksi virus termasuk virus covid 19 , MERS , SARS , HIV , Dengue , bakteri dan juga jamur

pcr2

Mudah cepat dan akurat .

Dengan kapasitas 28 hole , sehingga dalam satu hari dapat memeriksa 300 sampel

Dilengkapi dengan inverter listrik sehingga mesin dapat langsung di operasionalkan

     Mobil PCR ini diklaim sebagai yang terbaik di Jawa Timur karena sudah dilengkapi dengan Biosafety Cabinet class II A2 ( BSC Level 2 ) untuk melindungi dari paparan virus . Biosafety cabinet atau disebut juga Biological Safety cabinet merupakan sebuah area kerja laboratorium dengan ventilasi udara yang direkayasa untuk mengamankan pekerja yang bekerja dengan sampel material, lingkungan kerja dan sampel material dari kemungkinan bahaya terkontaminasi atau menimbulkan penyebaran bakteri / virus yang bersifat patogen, berbeda dengan lemari asam yang tidak terdapat proteksi penyaring sekelas HEPA Filter dan BSC menciptakan kondisi yang aseptis untuk analismikrobiologi. Dengan Sistem aliran udara: 70% resirkulasi udara, 30% pembuangan udara. Kelebihan BSC tidak hanya melindungi produknya tapi juga melindungi pengguna dan area kerja melewati sistem ULPA filter.

( UAZ _ )

Copyright © 2021 RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. All Rights Reserved.